IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STAKEHOLDER TERHADAP BAHAN BAKU DAN LEGALITAS PRODUK SONGKOK BAMBU DESA GINTANGAN SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERKELANJUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Authors

  • Nuri Hidayati
  • Widi Harsono

Keywords:

Kebijakan Stakeholder, Songkok Bambu, Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Abstract

Beberapa daerah di Indonesia berlomba-lomba untuk menjadikan karya seni sebagai produk bisnis. Salah satu produk kesenian yang berkembang begitu pesat adalah produk kesenian songkok dari anyaman bambu. Salah satu daerah yang mulai menggencarkan pengembangan produk songkok bambu adalah Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Hal ini terlihat dari banyaknya sanggar kerajinan bambu yang didirikan didaerah tersebut guna memenuhi permintaan pasar yang melonjak tinggi. Lonjakan pesanan songkok bambu berbanding terbalik dengan kondisi pemenuhan bahan baku dan legalitas produk bambu yang masih belum terorganisir secara keberlanjutan. Bahwa pemenuhan bahan baku pembuatan songkok bambu masih belum tercover dengan baik dan legalitas produk anyaman bambu khususnya songkok bambu satupun masih belum tersertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Hal ini tentunya membutuhkan upaya koordinasi dan kolaborasi antar stakeholder dan instansi terkait berdasar kewenangannya guna menerapkan kebijakan konkrit dalam proses pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

Downloads

Published

30-06-2023

How to Cite

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STAKEHOLDER TERHADAP BAHAN BAKU DAN LEGALITAS PRODUK SONGKOK BAMBU DESA GINTANGAN SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERKELANJUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL. (2023). JURNAL LAWNESIA (Jurnal Hukum Negara Indonesia), 2(1). https://ejournal.ubibanyuwangi.ac.id/index.php/jurnal_lawnesia/article/view/245

Similar Articles

1-10 of 11

You may also start an advanced similarity search for this article.